Telah berpulang ke rumah Bapa. Romo B. Soegiartono, O.Carm. Rabu, 26 Nopember 2008. Akan dimakamkan di Pemakaman Katolik Sukun, 27 Nopember 2008, setelah misa arwah Pukul 09.00 (rencana di Gereja Kayutangan atau Gereja Katedral Ijen).
Beliau adalah kepala sekolah ketujuh SMA DEMPO. Mulai memegang jabatan tahun 1963, dari tangan Rm. Hogenkamp, O.Carm, dan menyerahkan kepemimpinan kepada Rm. Siswanto, O.Carm.
Lahir pada bulan Juni 1918, meninggal di Biara Karmel St. Elias, Bukit-Dienga, Malang. Cukup lama ini menderita stroke ringan, yang karena juga usia, lebih banyak duduk di kursi roda.
Semoga Allah Bapa yang beliau cintai dan layani sepenuh hati, menganugerahkan kebahagiaan kekal kepadanya.
Pada Mulanya Adalah Kehendak Baik
Jika nantinya, pada waktu yang telah ditetapkan-Nya, saya tidak di DEMPO lagi perkenankan saya tetap memakai nama DEMPO ini. Saya telah telanjur mencintainya. Saya berusaha tidak akan mengecewakannya, di mana pun saya akan berada.
Tuesday, November 25, 2008
RIP
Sunday, November 23, 2008
Rekoleksi
Rekoleksi. Artinya mengumpulkan kembali. Bukan mengumpulkan barang-barang, tetapi pengalaman-pengalaman. Bukan hanya pengalaman baik, namun juga pengalaman yang tidak baik. Yang sedih maupun yang menyenangkan. Pengalaman itu dikumpulkan untuk direfleksikan dibawa kepada Tuhan untuk 'disempurnakan'. Harapannya sesudah rekoleksi mendapatkan kesegaran baru.
22-23 Nov kemarin, seluruh siswa/i katolik dibawa oleh Romo Sonny ke Ngadireso untuk mengadakan rekoleksi. Rekoleksi ini sebagai persiapan memasuki masa Adven dan Natal. Acaranya hanya doa dan doa, serta pengakuan dosa. Tidak seperti biasanya, ada permainan dll, tetapi kemaren tidak ada sama sekali.
Dasar pemikirannya sederhana, anak-anak sudah biasa bermain-main, masak rekoleksi juga harus bermain-main lagi?
Emang akibatnya banyak yang merasa bosen, boring, dll. Namun satu hal yang kami harapkan bahwa kasih Allah mengalir dalam diri mereka. Kita tidak tahu bagaimana Allah melaksanakan karya-karya-Nya.
Ungkapan lama, manusia hanya berusaha dan Allah yang akan menggenapinya. Semoga pengalaman akan Allah sungguh hadir dalam diri mereka, semoga setiap pengalaman, entah apa rasanya, membuat mereka berkembang lebih baik.
Sunday, November 2, 2008
Dempo Fair XXXI
Harmony Nusantara itu tema DF ke-31. Menjadi Indonesia danmengangkat budaya bangsa ke tingkat yang lebih tinggi, itulah semangat di balik pemilihan tema. Aneka permainan daerah, makanan daerah diusung untuk memeriahkan acara tersebut.
Saya mencoba melihat dari beberapa aspek dan fenomena yang menarik.
Rumah Tuhan kalah menarik dengan Rumah Hantu
Setiap Dempo Fair, terlebih akhir-akhir ini, para frater Karmel senantiasa membuka stan. Malam tadi stan yang mereka buka dinamai 'Rumah Tuhan'. Ternyata stan ini "ga laku" padahal dibuka gratis, bahkan kalau masuk dikasih permen, dikasih gambar. Tetapi ga laku. Sementara ada 7 rumah hantu yang membuka stan. Antrian di rumah hantu ini begitu panjang dan padat. Mulai dari Wingit Gentanyangan, Angker Watu, Lingsir Wengi, dll. Untuk masuk ke rumah hantu para pengunjung harus merogoh kocek rata-rata 10.000,-an. Meski demikian pengunjung padat dan rela mengantri.
Akhirnya menjelang jam 9 para penjaga rumah Tuhan menyerah. Mereka meringkas tempat pamerannya dan melepas jubah,lantas membaur dengan penonton untuk menikmati sajian di panggung utama.
Mengapa rumah hantu lebih menarik dari rumah Tuhan? Itu pertanyaan yang muncul. Mungkin rumah Tuhan tidak memberi tantangan. Tidak menambah daya juang, atau memang sekarang ini rumah Tuhan tidak diminati lagi. Mereka lebih menyukai rumah hantu, yang gelap, serem, dan mahal harganya.
Yang Daerah Yang Menawan
Siapa bilang kesenian daerah kalah menarik dari pada kesenian import? DF XXXI membuktikan bahwa kesenian daerah sangat menarik jika dikemas dengan baik. Betapa terharu dan bangganya saya tatkalamelihat anak-anak menarikan secara medley tarian Saman dari Aceh, tarian piring dari Padang, hingga tarian Ondel-Ondel dari Jakarta, dan tarian Kecak dari Bali. Gerak Ritmis tari Saman dipadu dengan lenggak gemulai tarian Jawa, serta energiknya tarian dari Kalimantan (saya ga tau namanya, tapi iringannya lagu Ampar-ampar Pisang). Betapa luwes gerakan mereka. Dan ribuan anak muda yang memadati hall lapangan basket Dempo, tempat panggung utama DF digelar, dibuat terpana dengan penampilan mereka. Sungguh mereka telah membuktikan bahwa tarian daerah tidak kalah dengan breakdance dari manca negara.
Harapan
Bagaimanapun DF itu hanya semalam. Kerja keras panitia selama 3 minggu ini mestinya tidak hilang hanya semalam. Semangat untuk mengangkat budaya lokal ke tingkat global jangan berhenti hanya dengan berakhirnya DF.
salam
Thursday, October 30, 2008
DEMPO FAIR
Belum di DEMPO rasanya jika tidak pernah mengalami DEMPO FAIR. Tahun ini DEMPO FAIR mau mengangkat budaya daerah yang ada di nusantara. Makanan, permainan dan kesenian daerah mau diangkat.
Menjadi Indonesia adalah sasaran jauhnya. Maka lagu-lagu daerah, dimainkan ulang dan diaransemen modern untuk ditampilkan sebagai lagu-lagu oleh anak-anak Band. Tarian-tarian daerah diangkat dan ditata ulang untuk tarian massal atau dimodifikasi untuk dance.
Aneka makanan daerah juga diangkat. Ada beberapa stand daerah, yang menunjukkan daerah asal anak-anak DEMPO. Stan Sumatera, Stan Kalimantan, Stan Sulawesi, Stan Papua, dan Stan Jawa.
Hari ini, ketika berita ini saya unggah, anak-anak sedang super sibuk menata ruangan mereka, atau menata yang lain.
Seperti apa suasana DEMPO FAIR ke-31 ini akan saya unggah besok malam sesudah acara ini selesai dihelat.
Mohon doa agar acaranya berjalan seperti yang diharapkan.
salam
Thursday, October 9, 2008
DEMPO CUP IV
Ada tradisi baru yang akan dikembangkan di DEMPO, yaitu DEMPO CUP. Acara inimerupakan perlombaan antara siswa SMP se Jawa Timur. Tahun ini sudah memasuki tahun yang ke-4. Yang diperebutkan adalah tropy Kakanwil Diknas Jawa Timur - Kadiknas Malang dan piala kepala sekolah tentunya.
yang dilombakan masih standar, lomba MIPA, IPS, Bahasa, Mading, Band, Basket dan Volly. Tapi tahun ini ada yang unik. yaitu lomba kreasi tari modern budaya nusantara. Tujuannya mau mengangkat budaya daerah ketingkat yang lebih tinggi, bahwa budaya nusantara bisa juga di modernkan.
Pelaksanaan lomba mulai 21-25 Oktober. Semua berlangsung di DEMPO tercinta pastinya.
Bagi yang berminat untuk ikut, silahkan langsung mendaftar pada sekertariat, melalui kantor tata usaha sekolah.
Pendaftaran ditutup tanggal 16 Oktober. Pendaftaran boleh melalui telfon, langsung mengkontak Ibu Desti, di 0341-564556 pada jam kerja.
Semoga DEMPO CUP menjadi salah satu tradisi baru di sekolah, selain DEMPO FAIR dan DEMPO EDU FAIR.
Tuesday, August 12, 2008
DEMPO 72 tahun
Bulan Agustus ini DEMPO merayakan ulang tahunnya yang ke-72. Ada yang mengatakan sudah tua, ada yang bilang masih sangat muda. Semua benar, tergantung kehendak kita mau membawa ke mana. Tentu kita ingin melihat DEMPO merayakan ulang tahun yang ke-100, 200, bahkan sampai.... kapan tidak tahu.
Sebuah harapan menjadikan DEMPO sebagai wahana mendidik generasi muda untuk menjadi pribadi2 yang berkualitas, menjadi pemimpin bangsa yang bermutu. Zaman terus berganti, generasi baru terus bermunculan, dan setiap mereka membawa ciri dan kekhasan sendiri-sendiri. Semuanya sah, semuanya boleh.
Mereka yang lahir dalam generasi 2000-an ini tentu berbeda dengan mereka yang berasal dari generasi 1960-an,1970-an, 1980-an,bahkan denganmereka yang berasal dari generasi 1990-an. Memang harus berganti,sebagai pertanda bahwa mereka bertumbuh kembang.
Ulang tahun ke-72 ini dirayakan dengan segala kepedulian terhadap lingkungan. Malam ulang tahun sekolah (ini memiliki sejarah panjang, mulai dari pentas puisi Genitu, malam genitu, hingga malam Santo Albertus, sekarang bukan sekadar ajang untuk melahirkan para seniman, sastrawan atau dramawan.
Malam St. Albertus adalah ajang untuk melahirkan persaudaraan. Para siswa baru saja masuk, merekamemiliki kelas baru, teman baru, dan tantangan baru. Malam St. Albertus menjadi ajang pemersatu kelas. Acara hiburan mesti mewakili kelas, itu pun ada syaratnya, minimal setengah dari anggota kelas mesti berperan serta. Maka terbentuklah suatu kebersamaan yang indah.
Kebanyakan mereka mempersiapkan diri kurang dari seminggu, namun yang disajikan sungguh memukau. Ada yang mengangkat Tarian Saman dari Aceh, ada yang mengangkat cerita Bandung Bondowoso, ada yang memainkan musik alami dari berbagai bahan bekas, semuanya tersi menarik. Mereka tentu saja menggunakan berbagai tekhnologi yang berkembang saat ini. Menandakan hidup dalam dunia, buka terasing dari dunia. Sajiannya berabgai macam yang disiapkan anak-anak Paduan Suara, tentu saja mesti membayar, sebab dananya digunakan untuk ikut lomba paduan suara di ITB akhir Agustus ini.
Satu lagi yang membanggakan. Mereka melakukan aksi bersih sampah.Berjalandari DEMPO ke alun-alun, membagi stiker denagn ajakan untuk peduli lingkungan, memunguti sampah-sampah plastik sebagai contoh tindakan nyata.
Sekali lagi, Selamat ulang tahun DEMPO, semoga terus jaya membina jiwa-jiwa muda.
Monday, August 4, 2008
DBL

Honda Deteksi Basketball League, kompetisi bola basket antar sekolah yang diselenggarakan oleh Jawa Post, bekerja sama dengan HONDA, saat ini menjadi salah satu kompetisi olah raga yang bergengsi. Banyak sekolah memiliki ambisi untuk ikut serta dalam kompetisi itu. Tidak ketinggalan DEMPO tercinta.
Hari Sabtu kemarin tim putri DEMPO telah memulai debutnya dengan manis. Mengalahkan SMAN 5 Malang dengan skor 30-19. Kemenangan yang dramatis, karena sejak babak pertama hingga babak ketiga, perolehan point anak-anak terus tertinggal. Tekanan dan ketegangan membuat anak-anak kurang bermain lepas. Tidak jarang mereka terburu-buru dalam melakukan shooting. Hasilnya banyak peluang terbuang. Beruntung lawan yang dihadapi tidak sangat tangguh, hingga anak-anakbisa mengejar bahkan meninggalkan mereka dalam perburuan nilai.
Hari ini, Selasa 5 Agustus 2008, anak-anak akan melakukan pertandingan lagi. Tim putra akan bertanding melawan tim SMAN 1 Jember pukul 12.00, sedangkan tim putri akan bertanding melawan tim San Mar Malang jam 15.00. Ada kekhawatiran dan harapan. Kekhawatiran bahwa mereka tidak bisa bermain maksimal atau bahkan kalah, namuna da banyak harapan bahwa mereka akan kembali mereguk kememangan.
Satu hal yang pasti mereka mesti memiliki semangat juang yang tinggi. Selama pertandingan belum dimulai peluang masih sama. Sama-sama memiliki kesempatan untuk menang, sama-sama memiliki kesempatan menggunakan waktu 4x10 menit. Siapa yang lebih siap, lebih tenang, lebih disiplin,ia yang akan keluar sebagai pemenang.
Selamat bertanding anak-anak. Bertandinglah sepenuh hati. VIVA DEMPO!!!